ROTE NDAO - Target ambisius digaungkan untuk Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, optimis proyek vital ini akan rampung sepenuhnya pada Juni 2026 mendatang.
“Sampai dengan hari ini progres PSN Garam Rote sudah 92 persen, dan kami dorong agar rampung pada Juni 2026, ” tegas Johni Asadoma di Rote Ndao, Sabtu (28/03/2026), usai meninjau langsung lokasi yang diproyeksikan menjadi sentra garam nasional.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi dan kabupaten siap turun tangan untuk memastikan kelancaran pembangunan, termasuk mengatasi segala kendala yang mungkin muncul di lapangan.
Kehadiran K-SIGN di Rote Ndao dinilai sebagai langkah strategis pemerintah. Johni Asadoma melihatnya sebagai upaya krusial untuk mengurangi ketergantungan pada impor garam, sekaligus memperkuat fondasi industri dalam negeri agar lebih mandiri.
Lebih dari sekadar produksi garam, proyek ini diprediksi akan memberikan lonjakan signifikan pada penyerapan tenaga kerja di Rote Ndao. Potensi tenaga kerja yang terserap diperkirakan mencapai 26.000 orang, dengan mayoritas, 80 hingga 90 persen, adalah putra-putri daerah NTT.
“Ini akan menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus solusi untuk menekan angka pengangguran yang masih cukup tinggi di NTT, ” ujarnya penuh harap.
Data yang dicatat Wagub NTT menunjukkan angka pengangguran di provinsi tersebut masih berkisar pada 125.000 orang. Oleh karena itu, proyek berskala nasional seperti K-SIGN menjadi angin segar yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (PERS)

Updates.